PAHITNYA KEHIDUPAN
Halo pembaca setia It’s My Blog.... oo iya
sebelumnya aku mau ngucapin Minal ‘aidzin Wal Faidzin dulu ye , maaf kalau selama ini udah nge-post sesuatu di blog yang
menurut reader’s kurang berkenan. Kali ini aku mau berbagi pengalaman ni ,
pengalaman ini aku dapat kira-kira hari ke-28 bulan ramadhan kemaren. Nah,
waktu saya pergi buat beli baju untuk kakak saya yang ke-4 tentunya bersama
dengan ke-2 orang tua saya , ketika kami
pulang kami mampir beli bakso di Madiun.
Kami menikmatinya dengan penuh kegembiraan karena besok lusa kami sudah
merayakan hari kemenangan. Tak hanya kami yang menikmati bakso itu dengan
kegembiraan yang luar biasa , pengunjung lainnya pun serupa dengan kami.
Secepat kilat semangkok bakso dan segelas es jeruk habis kami santap. Kami
langsung pulang (tapi tak lupa kami bayar dulu baksonya *hehehe*). Sebelum
masuk mobil ibu saya melihat ada seorang penjual tikar duduk di depan toko
bakso tadi yang kami singgahi , tanpa pikir panjang ibu saya kembali ke toko
bakso tadi entah mau apa. Saya pun juga tak tau. Setelah ibu saya kembali
ternyata ada sebungkus bakso dibawanya dan langsung ibu saya kasih ke penjual
tikar tadi dan ......
Ibu saya : “Ini Pak..,,
ada sebungkus bakso buat bapak , kebetulan tadi anak2 saya sudah
makan
semua , bapak mau...??
Penjual Tikar : “Alhamdulillah
bu... dari tadi saya memang belum makan terima kasih banyak
ya bu...!!”
Ibu saya : “Iya Pak..
tunggu sebentar ya pak , saya ambilkan minum di mobil..”
(Beberapa detik kemudian)
Ibu saya : “Ini Pak
minumnya , dimakan ya pak baksonya”
Penjual Tikar : “Iya Bu,,
terima kasih banyak semoga Allah S.W.T melancarkan rezeki Ibu dan
Bapak”
Ibu saya : “Amin Pak”
Ketika Ibu saya kembali ke dalam mobil , ibu saya
cerita ke bapak saya bahwa sebenarnya penjual tikar tadi sudah diusir beberapa
kali oleh tukang parkir sebelum ibu saya memberikan sebungkus bakso , karena
saking kelaparannya penjual tikar tadi tak ingin beranjak pergi hanya karena
menginginkan belas kasihan orang lain yang mau memberinya makanan. Malang
sekali hidup penjual tikar itu , apakah dia punya keluarga? Apakah keluarganya
sudah makan? Semoga saja untuk kedepannya mereka selalu dicukupkan rezekinya ya
Allah.
Dalam hati nurani saya , begitu pahitnya kehidupan
ini sampai-sampai penjual tikar tadi tak mampu membeli makanan untuk mengisi
perutnya. Ya Allah terima kasih atas
nikmat dan karunia-Mu semoga bapak dan ibu hamba selalu engkau limpahkan rahmat
dan rezeki dan semoga kami bisa memanfaatkannya sebaik mungkin ya Allah , amin
amin ya robbal ‘alamin.
Nah... udah dulu ya sharingnya lain kali aku
bakalan sharing pengalaman aku lagi , semoga bermanfaat ya..!!!

0 komentar:
Posting Komentar